welcome to my blog :)

hidup hanya sekali mari berkreasi :)

Rabu, 16 Oktober 2013

TUGAS MINGGU KE- 3 BAHASA INDONESIA : EYD (Tanda Baca)


 EYD


Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan. Selain digunakan sebagai alat komunikasi secara lisan bahasa digunakan sebagai alat komunikasi secara tulisan. Bahasa berfungsi sebagai media penyampaian informasi yang baik dan tepat. Penyampaian berita secara tertulis diharapkan masyarakat dapat menggunakan media tersebut secara baik dan benar. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) memiliki peran yang cukup besar dalam mengatur etika berbahasa secara tertulis. Agar informasi yang disampaikan dapat difahami secara baik dan terarah. Masyarakat diharapkan untuk menerapkan  dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta tata bahasa Indonesia yang baik dan benar.
EYD memiliki banyak tanda baca yang digunakan untuk menyempurnakan bacaan ataupun tulisan. Tanda baca yang dimaksud adalah sebagai berikut: tanda titik (.), merupakan tanda baca yang biasa digunakan pada akhir kalimat. Contoh penggunaan tanda titik misalnya“ ibu sedang memasak sayur didapur”.  Tanda titik juga dipakai pada akhir singkatan nama orang, gelar, jabatan, singkatan kata atau ungkapan dan masih banyak lagi. Tanda koma (,), biasanya dipakai untuk memisahkan kalimat satu dengan kalimat yang lainnya. Tanda titik koma (;), biasanya dipakai untuk memisahkan kalimat yang sejenis dan kalimat yang sama didalam satu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung. Tanda tanya (?), biasanya dipakai untuk menggambarkan kalimat pertanyaan dan hanya ditulis pada akhir kalimat. Tanda seru (!), biasanya dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan. Tanda titik dua (:), biasanya dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti suatu rangkaian. Tanda hubung (-), digunakan untuk menyambung kalimat yang terpisah oleh pergantian baris. Tanda kurung ( (..) ), biasanya digunakan untuk mengapit keterangan atau penjelasan. Masih banyak lagi tanda baca lainnya yaitu : Tanda kurung siku ( [..] ), Tanda garis miring (/), Tanda kurung lancip (<..>), Tanda kurung kurawal ( {..} ), Tanda petik ( “..” ), dan Tanda petik tunggal ( ‘..’ ).

Sumber: laluwahyurp.wordpress.com/makalah/penggunaan-kata-kata-eyd-dalam-bahasa-indonesia/

Kamis, 10 Oktober 2013

TUGAS MINGGU KE- 2 BAHASA INDONESIA : RAGAM BAHASA


Ragam Bahasa Sebagai Sarana Komunikasi Ilmiah

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Indonesia mempunyai beragam suku dan budaya yang berbeda-beda.Dengan adanya keanekaragaman suku dan budaya maka terciptalah Bahasa yang berbeda-beda. Dalam pengertianya,ragam Bahasa diartikan sebagai suatu variasi penggunaan Bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan. Ragam Bahasa timbul karena adanya perubahan masyarakat. Perubahan yang dimaksud disini yaitu berupa variasi-variasi Bahasa yang dipakai sesuai dengan keperluannya. Ragam bahasa terdiri dari 2 macam yaitu ragam Bahasa berdasarkan media dan sarana dan ragam Bahasa berdasarkan penutur. Ragam Bahasa berdasarkan media dan sarana dibedakan menjadi ragam Bahasa lisan dan ragam Bahasa tulis. Ragam Bahasa lisan yaitu Bahasa yang dihasilkan alat ucap manusia. Ciri-ciri dari Bahasa lisan antara lain: memerlukan kehadiran orang lain,unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap,terikat ruang dan waktu dan dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara. Contohnya: Saya tinggal di Jakarta. Sedangkan ragam Bahasa tulis yaitu Bahasa yang dihasilkan karena adanya pemanfaatan media tulis kertas dan huruf sebagai unsur dasarnya. Ciri-ciri dari Bahasa tulis antara lain: tidak memerlukan kehadiran orang lain,unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap,tidak terikat ruang dan waktu dan dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan. Contohnya: Saya bertempat tinggal di Jakarta.Selanjutnya ragam Bahasa berdasarkan penutur,dibedakan menjadi 3 yaitu ragam Bahasa berdasarkan daerah,ragam Bahasa berdasarkan pendidikan penutur,dan ragam Bahasa berdasarkan sikap penutur. Ragam Bahasa berdasarkan daerah yaitu Bahasa Indonesia yang digunakan oleh setiap daerah berbeda-beda,misalnya masyarakat Jakarta yang biasa menggunakan Bahasa Betawi atau Bahasa Jakarta berbeda dengan masyarakat jawa yang biasa menggunakan Bahasa Jawa. Yang kedua ragam Bahasa berdasarkan pendidikan penutur yaitu Bahasa yang dipakai biasanya lebih baik dibandingkan dengan orang yang tidak berpendidikan. Contohnya dalam pelafalan kata yang berasal dari Bahasa asing seperti film,video,fotokopi,dll. Dan yang terakhir yaitu ragam Bahasa berdasarkan sikap penutur yaitu bahasa yang dipakai biasanya disesuaikan dengan siapa seseorang berbicara. Contohnya dalam keadaan resmi,akrab dan santai.

Rabu, 02 Oktober 2013

TUGAS MINGGU KE-1 BAHASA INDONESIA : Peranan dan Fungsi Bahasa Indonesia


Peranan dan Fungsi Bahasa Indonesia


            Secara umum bahasa dapat didefinisikan sebagai lambang. Bahasa merupakan suatu alat komunikasi yang berupa lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Sebagaimana diketahui bahasa merupakan sekumpulan kata-kata yang mempunyai makna didalamnya. Peranan Bahasa Indonesia sangat penting karena digunakan sebagai bahasa resmi negara. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Negara adalah sebagai pengantar dalam acara formal seperti sidang MPR, Sekolah, Kuliah, Pekerjaan dan lain-lain. Bahasa Indonesia digunakan oleh semua masyarakat Indonesia diberbagai kalangan. Peranan Bahasa Indonesia yang kedua adalah sebagai bahasa nasional yaitu sebagai lambang kebanggaan bangsa. Rakyat Indonesia patut berbangga diri terhadap bahasa Indonesia,karena tidak semua negara mempunyai bahasa nasional. Selanjutnya sebagai alat pemersatu dan penghubung antar daerah. Negara kita yaitu Indonesia terdiri dari berbagai jenis Ras, Agama, Suku Bangsa,dan Bahasa yang berbeda disetiap daerah di Indonesia. Banyaknya ragam suku dan budaya di Indonesia tetapi bahasa kita satu yaitu Bahasa Indonesia. Bahasa memiliki peranan dan fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu dan sebagai alat untuk melakukan control sosial.  (1)   Bahasa sebagai Alat Ekspresi Diri. Bahasa menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat didalam dada,sekurang-kurangnya untuk memaklumkan keberadaannya. Contoh bahasa untuk mengekspresikan diri yaitu seorang penulis yang mengekspresikan dirinya dalam sebuah tulisan. (2) Bahasa sebagai Alat Integrasi dan Adaptasi Sosial. Bahasa selain dapat menjadi salah satu kebudayaan,tapi juga memungkinkan manusia untuk mempelajari dan memanfaatkan pengalaman manusia itu. (3) Bahasa sebagai Alat Control Sosial. Bahasa juga dapat dikatakan sebagai control sosial yang sangat efektif. Control sosial dapat diterapkan pada diri sendiri maupun lingkungan. fikiran menjadi lebih terbuka. Bahasa indonesia memiliki beberapa fungsi-fungsi secara umum diantaranya adalah: A) Sebagai Bahasa Negara dan Pemersatu Bangsa. Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting di Negara karena merupakan salah satu ikrar Sumpah Pemuda tahun 1928 yang berbunyi “kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan,bahasa Indonesia”. Indonesia memiliki beragam budaya dan bahasa,untuk itu bahasa pemersatu diperlukan agar hubungan komunikasi antar satu dengan yang lain tidak terhambat. B)   Sebagai Alat komunikasi. Bahasa Indonesia tidak akan luput daripada fungsi komunikasi. Karena komunikasi adalah hal yang paling utama diperlukan saat menjalin hubungan dengan orang lain. C)  Sebagai penunjuk identitas diri. Bahasa indonesia merupakan alat menyampaikan gagasan dan pemikiran kita kepada orang lain,dalam hal ini dapat dikatakan bahwa bahasa juga sebagai penunjuk identitas diri. D)  Sebagai alat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam dunia pendidikan di Indonesia,bahasa Indonesia menjadi salah satu materi yang wajib diajarkan mulai dari tingkat paling rendah hingga tingkat perguruan tinggi. Hal itu terjadi karena bahasa Indonesia merupakan alat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.